Celoteh Masta
Setiap kisah adalah hikmah, ada pembelajaran disana. yang bisa dicerna, dievaluasi dan dijadikan petisi untuk terus maju. bukan sebaliknya. sepahit apapun kisah tersebut. ia adalah perantara Tuhan dalam bentuk hikmah yang indah
Jumat, 22 Januari 2016
Jangan Pernah Serahkan Hatimu pada Manusia
Senin, 30 November 2015
dan pada hakekat gelap ada selongsong jingga memburat dari kegelapan mata. apa yang akan terjaid besok bisa jadi membuat banyak otak berfikir, kenapa dirimu? dan kau bergelayut lungsur di kehidupanmu.
JANGAN BERAKHIR.
aku tak pernah mengingnkan semua keretakan yang ada. aku hanya ingin hidup selamanya.
tak ingin ku hiraukan smuua wacana yang selalu berseliweran di muka
Kamis, 29 Oktober 2015
Dan hanya sekedar cerita
Biar ku terbakar pada murka bumi
Dan kau melihat duka di ujung matanya.
Tak ada tangis hanya semburat jingga menganga.
Kini kubiarkan hati menggugat kecewa.
Karena tidak semua menyuka adanya.
Kita dan dunia tau.
Tak perlu ada airmata tercipta.
Walau kutau.
Kita tak dapat menahan setiap duka.
Kita...
Dan ku biarkan semua meraja mimpi.
Hanya mimpi.
Dan tak perlu menyata.
Kau tau.
Aku tak lagi perlu membiru.
Biar ada sahabat lain yang mampu menjagamu.
Untuk sekedar mengurai sayang dalam runutan cerita.
Ya.. hanya sekedar cerita.
Rabu, 28 Oktober 2015
Pada Hati yang terbuka
Jika hati terbuka,
Dari sana ada banyak cinta.
Dermaga dari segala rasa
Pelabuhan dari semua persinggahan.
Jika hati terbuka,
Adakah rasa yang mengungkit cinta.
Menertawakan ketika ia terluka.
Jika hati terbuka,
Pernahkah sebuah rasa bertahta disinggasananya
Menikmati setidaknya prahara yang menjadi dilema.
Pada hati yang terbuka,
Cobalah memahami cinta sang Pencinta
Minggu, 25 Oktober 2015
Tercekat pada Renungan
Tercekat pada renungan.
Kau berpura pada waktu untuk mengalihkan peristiwa.
Sedang yang telah kau laku adalah sebeuah kekeliruan.
Tercekat pada renungan.
Apa kau kira waktu yang pergi enggan menemui kembali.
Maka tak perlu menyesal berlama.
Kembalilah pada nyata waktumu.
Ia akan kembali menuntun pada kehidupan yang bukan kebetulan.
Dan jadikan niscaya-Nya sebuah penuntun mega drama dunia.
Tercekat pada renungan.
Mendasar khilaf yang terulang.
Terjadi tragedi.
Untuk kita renungi bukan sekedar meratapi.
