Setiap kisah adalah hikmah, ada pembelajaran disana. yang bisa dicerna, dievaluasi dan dijadikan petisi untuk terus maju. bukan sebaliknya. sepahit apapun kisah tersebut. ia adalah perantara Tuhan dalam bentuk hikmah yang indah
Senin, 30 November 2015
dan pada hakekat gelap ada selongsong jingga memburat dari kegelapan mata. apa yang akan terjaid besok bisa jadi membuat banyak otak berfikir, kenapa dirimu? dan kau bergelayut lungsur di kehidupanmu.
JANGAN BERAKHIR.
aku tak pernah mengingnkan semua keretakan yang ada. aku hanya ingin hidup selamanya.
tak ingin ku hiraukan smuua wacana yang selalu berseliweran di muka
Kamis, 29 Oktober 2015
Dan hanya sekedar cerita
Biar ku terbakar pada murka bumi
Dan kau melihat duka di ujung matanya.
Tak ada tangis hanya semburat jingga menganga.
Kini kubiarkan hati menggugat kecewa.
Karena tidak semua menyuka adanya.
Kita dan dunia tau.
Tak perlu ada airmata tercipta.
Walau kutau.
Kita tak dapat menahan setiap duka.
Kita...
Dan ku biarkan semua meraja mimpi.
Hanya mimpi.
Dan tak perlu menyata.
Kau tau.
Aku tak lagi perlu membiru.
Biar ada sahabat lain yang mampu menjagamu.
Untuk sekedar mengurai sayang dalam runutan cerita.
Ya.. hanya sekedar cerita.
Rabu, 28 Oktober 2015
Pada Hati yang terbuka
Jika hati terbuka,
Dari sana ada banyak cinta.
Dermaga dari segala rasa
Pelabuhan dari semua persinggahan.
Jika hati terbuka,
Adakah rasa yang mengungkit cinta.
Menertawakan ketika ia terluka.
Jika hati terbuka,
Pernahkah sebuah rasa bertahta disinggasananya
Menikmati setidaknya prahara yang menjadi dilema.
Pada hati yang terbuka,
Cobalah memahami cinta sang Pencinta
Minggu, 25 Oktober 2015
Tercekat pada Renungan
Tercekat pada renungan.
Kau berpura pada waktu untuk mengalihkan peristiwa.
Sedang yang telah kau laku adalah sebeuah kekeliruan.
Tercekat pada renungan.
Apa kau kira waktu yang pergi enggan menemui kembali.
Maka tak perlu menyesal berlama.
Kembalilah pada nyata waktumu.
Ia akan kembali menuntun pada kehidupan yang bukan kebetulan.
Dan jadikan niscaya-Nya sebuah penuntun mega drama dunia.
Tercekat pada renungan.
Mendasar khilaf yang terulang.
Terjadi tragedi.
Untuk kita renungi bukan sekedar meratapi.
Sahabat adalah Rezeki #2
Akan kulanjutkan sebuah kisah yang menyita aktifitas bersama.
Pada impian tak sengaja tercerna usul aktifitas.
Kala bersamanya ada celah utk mencuri impian di sela-sela kesibukan.
Dan apa yang tak kurencana kini menjadi sbuah calon mahakarya.
Kebersamaan itu menjadi kelas evaluasi dari kecelakaan diri.
Yang mengobati sisa-sisa tragedi.
Yang menyemangati kegundahan diri.
Dan waktu menyapa kesetiap harian.
Pada semua rencana yang terbantu.
Pada kepadatan karya yang mengganggu.
-dan percayalah kepada siapa kita dipertemukan bukanlah sebuah kebetulan.
Tuhan menghimpun kita pada kelompok-kelompok yang semestinya.
Karena Sahabat yang baik adalah rezeki.
#itudulu
Minggu, 18 Oktober 2015
Sahabat adalah rezeki
+Lo bete ya mas??
Sejenak pertanyaan itu singgah tepat di depan mata.
Apa gerangan yang menjadikan korelasinya.
+Kenapa memangnya?
- Lo ga mau makan.
Kami baru saja dekat dalam sebuah komunitas. Namun entah perhatiannya melebihi sebuah pertemanan yang begitu lama.
Sosoknya adalah primadona dari sekian banyak wanita.
Pengetahuannya cukup dibutuhkan bagi sebagian semua.
Dan keahliannya mampu membuat para ibu berkenan mengundangnya.
Dan aku di pertemukan dalam 1 tim pergerakan digital.
+Lo aneh ya mas
Dan kalimat itu merasuk ke dalam hati paling pojok.
Tak ada sengketa yang akhirnya saling menjauhi.
Justru kalimat-kalimat selanjutnya bertakar canda disepanjang kata terucap.
Baiklah.
Ini bisa jadi sebuah rezeki.
Karena sahabat yang baik juga sebuah rezeki.
#cukupitusaja
Rasaku
Ia mengulang petualangan yang tak semestinya.
Mengigau malapetaka yang terpuruk.
Dan pada waktu ia mengulang rasa petaka.
Aku berusaha mengeja rasa diantara kita.
Rasa yang kita punya.
Rasa yang kita cipta.
Rasa yang kita dibuatnya kecewa.
Pada untaian waktu ia kembali.
Kembali menyapa raga dan hati.
Sedang kau mulai menyukai.
Menyukai diri dan dirinya.
Menyayangi rasa dan rasanya.
Coba kau tanya pada ketuhananmu.
Pada pencipta yang selalu mencintai.
Pada pencipta yang selalu menyayangi.
Dan bersama kemudahan ada kesulitan.
Bersama kesulitan ada kemudahan.
Maka coba kau tulis derita di malam buta.
Agar semua rasa yg kau punya mencapai puncaknya.
Jumat, 25 September 2015
Tetaplah bersyukur
Apakah kau mendambakan istri spt ibumu?
Yang menyambut kedatangan suami?
Yang menyiapkan minum tanpa diminta walau kadang tidak diminum?
Yang menyiapkan makan tanpa harus memintanya?
Yang membahagiakan saat mendapat pemberian?
Yang selalu mengingatkan seperti kpd anak kecil ttg semua hal hingga kau bosan?
Yang tak pernah menyesal ketika yang dihidangkan tidak termakan, karena yang diharap adalah pengabdian kpd suami.
Tetaplah bersyukur.
Kau dijodohkan dengan apa yang telah Allah tetapkan sebagai yang terbaik.
Jika kau bertanya, akan ada penafsiran yang berbeda.
Bisa jadi kau dianggap menuntut.
Bisa jadi kau dianggap tak memahami.
Bisa jadi kau dianggap bukan suami terbaik.
Tetaplah bersyukur.
Pada perbedaan sudut pandang.
Pada perbedaan karakteristik.
Pada perbedaan kebiasaan.
Pada perbedaan selera.
Pada perbedaan menyelesaikan masalah.
Pada perbedaan apapun yang ada.
Tetap bersyukur.
Berubahlah perlahan tapi pasti.
Tak perlu memaksa diri terlalu jauh untuk berubah.
Sesuaikan ritme dengan kemampuan diri.
Tak perlu hiraukan orang yang hanya bisa menilai.
Karena mudah baginya, tidak semudah bagi orang lain.
Tetaplah bersyukur
Kamis, 24 September 2015
Mengaku
Aku mengaku kelalaian untuk tetap diam adalah masalah besar.
Andai ada kesanggupan bercerita tentang sebuah sekema masa di waktu lalu.
Ingin kucurahkan pada masa-masa yang diidamkan banyak bujang.
Tapi itu tak mudah.
Seperti mudahnya orang lain menganggapnya.
Aku mengaku kesalahan pada kekurangan ilmu dan kejujuran.
Terjebak pada kenyamanan.
Terperosok pada keengganan pada keromantisan.
Dan bisakah kau perkirakan bahwa pertanyaan banyak orang telah menudingku.
Akhirnya kedinamisan kerja menolongku.
Menolong pada segala tanya yang membuatkan hati kecut.
Aku mengaku..
Bagaimana mampu kuutarakan gembira resah yang kupendam bertahun lamanya.
Terusik kejam pada sikap yang membuatku selalu bersalah.
Aku mengaku..
Mengaku salah pada semua sikap yang menyakitkan.
Menyakiti dirimu adalah menyakiti diriku.
Sabtu, 19 September 2015
Belajar itu Menikmati
Belum lama ketika Allah pertemukan dengan sebuah komunitas yg memberikan berjuta makna. LifeSign. Itu adalah topik yang sedang coba kupelajari. Ada apa dengan "the Power of Lifesign" ? Ternyata dibalik sebuah pertemuan bukanlah sebuah kebetulan. Ada takdirbl Allah yang menuntut kita tau apa maksud dari rencana Allah.
Maka ketika sebuah 'broadcast' mengajak untuk bergabung dalam sebuah grup online. Di dalamnya ada banyak orang-orang dengan latar belakang berbeda yang mampu memberi energi untuk bertahan, belajar dan menikmati. Hingga sebuah topik 'lifesign' menjadi sebuah tanda tanya besar. Apa itu?? Jawabannya masih perlu waktu untuk sebuah ketegasan. Tapi makna dalam nyata. Allah pertemukanku dengan sebuah komunitas yang kini membuatku memiliki ruang untuk semangat belajar dan memberanikan diri untuk BISA. Semangat menuntut ilmu dari master-master di bidangnya, pengalaman-pengalaman berharga dari penjelajah waktu. Dan pada tempat yang belum kurencanakan, kini memposisikanku untuk berani lebih tinggi.
Mendekat pada yang hebat. Membuatku semakin dahsyat.
Terus mendekat pada semangat dan kebaikan.
Webpraktis.com telah membuka jalan untuk berani menjalin sebuah sinergi dengan khalayak yang belum pernah kupikirkan. Ia datang begitu saja. Ia terjalin dengan sederhana. Dan mengikat keseriusan kata bersama sikap. Untuk terbang lebih tinggi bersama impian.
-bersambung
Minggu, 23 Agustus 2015
Gundah Hati Aisyah Gundah Hati Mario
Sabtu, 03 Januari 2015
Kenapa kau perkarakan hujan
Kala dingin menyelinap gerah.
Kau tengok dialog angin dan air yg telah membasahi jagat.
Sejenak turut termenung dirimu menggadaikan kesendirian di akhir senja.
Coba urungkan niat untuk mencaci resah atas ketakberdayaan diri kala hujan menjatuhi bumi.
Diamlah menengadah, karena di dlm nya ada sejuta rahmat yg terabaikan.
Untuk kita menyatukan perasaan bersama Tuhan untuk lbh menikmati percintaan dg Nya di dunia.
Seperti ku yg masih mau tak mau bermain pd perasaan kala hujan mengguyur resah.
Aq belajar menerimanya.
Menerima kemuliaan rahmat.
Untukku & dunia.
