Senin, 30 November 2015

Aku baru saja memulai sebuah kisah. tapi kisah tersebut tak seperti indahnya bayangan orang-orang. aku ingin bersama mengepak sayap setinggi angan orang -orang yang medoakan. yang memanjat doa untuk kelayakan. memurnikan rasa di kehidupan indah ini (seharusnya)

dan pada hakekat gelap ada selongsong jingga memburat dari kegelapan mata. apa yang akan terjaid besok bisa jadi membuat banyak otak berfikir, kenapa dirimu? dan kau bergelayut lungsur di kehidupanmu.

JANGAN BERAKHIR.

aku tak pernah mengingnkan semua keretakan yang ada. aku hanya ingin hidup selamanya.
tak ingin ku hiraukan smuua wacana yang selalu berseliweran di muka

Kamis, 29 Oktober 2015

Dan hanya sekedar cerita

Melukis cinta di tinggi merapi.
Biar ku terbakar pada murka bumi
Dan kau melihat duka di ujung matanya.
Tak ada tangis hanya semburat jingga menganga.
Kini kubiarkan hati menggugat kecewa.
Karena tidak semua menyuka adanya.
Kita dan dunia tau.
Tak perlu ada airmata tercipta.
Walau kutau.
Kita tak dapat menahan setiap duka.
Kita...
Dan ku biarkan semua meraja mimpi.
Hanya mimpi.
Dan tak perlu menyata.
Kau tau.
Aku tak lagi perlu membiru.
Biar ada sahabat lain yang mampu menjagamu.
Untuk sekedar mengurai sayang dalam runutan cerita.
Ya.. hanya sekedar cerita.

Rabu, 28 Oktober 2015

Pada Hati yang terbuka

Jika hati terbuka,
Dari sana ada banyak cinta.
Dermaga dari segala rasa
Pelabuhan dari semua persinggahan.

Jika hati terbuka,
Adakah rasa yang mengungkit cinta.
Menertawakan ketika ia terluka.

Jika hati terbuka,
Pernahkah sebuah rasa bertahta disinggasananya
Menikmati setidaknya prahara yang menjadi dilema.

Pada hati yang terbuka,
Cobalah memahami cinta sang Pencinta

Minggu, 25 Oktober 2015

Tercekat pada Renungan

Tercekat pada renungan.
Kau berpura pada waktu untuk mengalihkan peristiwa.
Sedang yang telah kau laku adalah sebeuah kekeliruan.

Tercekat pada renungan.
Apa kau kira waktu yang pergi enggan menemui kembali.
Maka tak perlu menyesal berlama.
Kembalilah pada nyata waktumu.
Ia akan kembali menuntun pada kehidupan yang bukan kebetulan.
Dan jadikan niscaya-Nya sebuah penuntun mega drama dunia.

Tercekat pada renungan.
Mendasar khilaf yang terulang.
Terjadi tragedi.
Untuk kita renungi bukan sekedar meratapi.

Sahabat adalah Rezeki #2

Akan kulanjutkan sebuah kisah yang menyita aktifitas bersama.
Pada impian tak sengaja tercerna usul aktifitas.
Kala bersamanya ada celah utk mencuri impian di sela-sela kesibukan.
Dan apa yang tak kurencana kini menjadi sbuah calon mahakarya.
Kebersamaan itu menjadi kelas evaluasi dari kecelakaan diri.
Yang mengobati sisa-sisa tragedi.
Yang menyemangati kegundahan diri.
Dan waktu menyapa kesetiap harian.
Pada semua rencana yang terbantu.
Pada kepadatan karya yang mengganggu.

-dan percayalah kepada siapa kita dipertemukan bukanlah sebuah kebetulan.
Tuhan menghimpun kita pada kelompok-kelompok yang semestinya.
Karena Sahabat yang baik adalah rezeki.

#itudulu

Minggu, 18 Oktober 2015

Sahabat adalah rezeki

+Lo bete ya mas??
Sejenak pertanyaan itu singgah tepat di depan mata.
Apa gerangan yang menjadikan korelasinya.

+Kenapa memangnya?
- Lo ga mau makan.

Kami baru saja dekat dalam sebuah komunitas. Namun entah perhatiannya melebihi sebuah pertemanan yang begitu lama.
Sosoknya adalah primadona dari sekian banyak wanita.
Pengetahuannya cukup dibutuhkan bagi sebagian semua.
Dan keahliannya mampu membuat para ibu berkenan mengundangnya.
Dan aku di pertemukan dalam 1 tim pergerakan digital.

+Lo aneh ya mas
Dan kalimat itu merasuk ke dalam hati paling pojok.
Tak ada sengketa yang akhirnya saling menjauhi.
Justru kalimat-kalimat selanjutnya bertakar canda disepanjang kata terucap.

Baiklah.
Ini bisa jadi sebuah rezeki.
Karena sahabat yang baik juga sebuah rezeki.

#cukupitusaja

Rasaku

Ia mengulang petualangan yang tak semestinya.
Mengigau malapetaka yang terpuruk.
Dan pada waktu ia mengulang rasa petaka.
Aku berusaha mengeja rasa diantara kita.
Rasa yang kita punya.
Rasa yang kita cipta.
Rasa yang kita dibuatnya kecewa.
Pada untaian waktu ia kembali.
Kembali menyapa raga dan hati.
Sedang kau mulai menyukai.
Menyukai diri dan dirinya.
Menyayangi rasa dan rasanya.
Coba kau tanya pada ketuhananmu.
Pada pencipta yang selalu mencintai.
Pada pencipta yang selalu menyayangi.
Dan bersama kemudahan ada kesulitan.
Bersama kesulitan ada kemudahan.
Maka coba kau tulis derita di malam buta.
Agar semua rasa yg kau punya mencapai puncaknya.

Jumat, 25 September 2015

Tetaplah bersyukur

Apakah kau mendambakan istri spt ibumu?
Yang menyambut kedatangan suami?
Yang menyiapkan minum tanpa diminta walau kadang tidak diminum?
Yang menyiapkan makan tanpa harus memintanya?
Yang membahagiakan saat mendapat pemberian?
Yang selalu mengingatkan seperti kpd anak kecil ttg semua hal hingga kau bosan?
Yang tak pernah menyesal ketika yang dihidangkan tidak termakan, karena yang diharap adalah pengabdian kpd suami.

Tetaplah bersyukur.
Kau dijodohkan dengan apa yang telah Allah tetapkan sebagai yang terbaik.
Jika kau bertanya, akan ada penafsiran yang berbeda.
Bisa jadi kau dianggap menuntut.
Bisa jadi kau dianggap tak memahami.
Bisa jadi kau dianggap bukan suami terbaik.

Tetaplah bersyukur.
Pada perbedaan sudut pandang.
Pada perbedaan karakteristik.
Pada perbedaan kebiasaan.
Pada perbedaan selera.
Pada perbedaan menyelesaikan masalah.
Pada perbedaan apapun yang ada.
Tetap bersyukur.

Berubahlah perlahan tapi pasti.
Tak perlu memaksa diri terlalu jauh untuk berubah.
Sesuaikan ritme dengan kemampuan diri.
Tak perlu hiraukan orang yang hanya bisa menilai.
Karena mudah baginya, tidak semudah bagi orang lain.

Tetaplah bersyukur

Kamis, 24 September 2015

Mengaku

Aku mengaku kelalaian untuk tetap diam adalah masalah besar.
Andai ada kesanggupan bercerita tentang sebuah sekema masa di waktu lalu.
Ingin kucurahkan pada masa-masa yang diidamkan banyak bujang.
Tapi itu tak mudah.
Seperti mudahnya orang lain menganggapnya.
Aku mengaku kesalahan pada kekurangan ilmu dan kejujuran.
Terjebak pada kenyamanan.
Terperosok pada keengganan pada keromantisan.
Dan bisakah kau perkirakan bahwa pertanyaan banyak orang telah menudingku.
Akhirnya kedinamisan kerja menolongku.
Menolong pada segala tanya yang membuatkan hati kecut.
Aku mengaku..
Bagaimana mampu kuutarakan gembira resah yang kupendam bertahun lamanya.
Terusik kejam pada sikap yang membuatku selalu bersalah.
Aku mengaku..
Mengaku salah pada semua sikap yang menyakitkan.
Menyakiti dirimu adalah menyakiti diriku.

Sabtu, 19 September 2015

Belajar itu Menikmati

Belum lama ketika Allah pertemukan dengan sebuah komunitas yg memberikan berjuta makna. LifeSign. Itu adalah topik yang sedang coba kupelajari. Ada apa dengan "the Power of Lifesign" ? Ternyata dibalik sebuah pertemuan bukanlah sebuah kebetulan. Ada takdirbl Allah yang menuntut kita tau apa maksud dari rencana Allah.
Maka ketika sebuah 'broadcast' mengajak untuk bergabung dalam sebuah grup online. Di dalamnya ada banyak orang-orang dengan latar belakang berbeda yang mampu memberi energi untuk bertahan, belajar dan menikmati. Hingga sebuah topik 'lifesign' menjadi sebuah tanda tanya besar. Apa itu?? Jawabannya masih perlu waktu untuk sebuah ketegasan. Tapi makna dalam nyata. Allah pertemukanku dengan sebuah komunitas yang kini membuatku memiliki ruang untuk semangat belajar dan memberanikan diri untuk BISA. Semangat menuntut ilmu dari master-master di bidangnya, pengalaman-pengalaman berharga dari penjelajah waktu. Dan pada tempat yang belum kurencanakan, kini memposisikanku untuk berani lebih tinggi.
Mendekat pada yang hebat. Membuatku semakin dahsyat.
Terus mendekat pada semangat dan kebaikan.
Webpraktis.com telah membuka jalan untuk berani menjalin sebuah sinergi dengan khalayak yang belum pernah kupikirkan. Ia datang begitu saja. Ia terjalin dengan sederhana. Dan mengikat keseriusan kata bersama sikap. Untuk terbang lebih tinggi bersama impian.

-bersambung

Minggu, 23 Agustus 2015

Gundah Hati Aisyah Gundah Hati Mario

“Maaaaaaaar !!!”
Masya Allah, tuh cewek kagak bisa manggil lebih lembut apa?
“Maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar !!!”
Panggilan cewek berkerudung lumayan rapi itu makin keras aja, disangka gue kagak denger kali ya.
“iye! Napa?!”
Agak sewot gue memaksakan diri menanggapinya. Yah lagi-lagi terpaksa. Selain karena suara cemprengnya, tapi itu loh, panggilan ‘Mar’ nya bikin kuping kagak enak aja dengernya.
Mar, mar, dia kira nama gue Maryani apa?
“Dah dibilang dari dulu nama gue Mario AlFath, panggil ryo dong ah!!! Masih aja lo manggil-manggil Mar, lo kira nama gue markonah gitu?!!!”
“huahahahahahahahahaha”
Ye, malah ketawa dia. Pengen gue jambak juga nih akhwat.
“iye, sory deh yo…”
“napa?”
“gini, lo bisa bantuin gue ga? Rohis mo ada acara nih. Seputar talkshow remaja memanfaatkan internet sebagai media kreatif yang memperkaya diri dan keilmuan. Gimana? Gw butuh desain grafis sama desain acaranya aja. Ya?!”
Nih, akhwat dah tau gue bukan anak Rohis, tapi selalu aja ngerepotin gue kalo ada acara-acara. Mangnya anak Rohis kagak ada yang mampu ye ?
“kenapa sih selalu gue?”
Pertanyaan yang udah lama banget pengen keluar tapi selalu tertahan.
“hehehehe. Karena lo pasti ngebantuin. Lo kan anak baik, taat, dhuha nggak pernah absen, puasa senin kemis, yang tentunya karena ahli dibidang itu. Cukup kan?”
“tapi emang anak Rohis kagak ada yang bisa ya ?”
“makanya lo masuk Rohis donk biar ada yang bisa!”
Ye, dia malah ngotot. ”ya udahlah, lo kirim via email aja konsep mo kayak gimana? Gue mo les niyh.”
“okre bos! Jazakallah ya…”
“oke”
Huft, kadang ribet juga kalo berhubungan sama tuh cewek. Tapi tuh cewek walau agak rese tetap cewek yang paling bikin gue nyaman dibanding cewek-cewek lain yang selalu cari perhatian dan buat-buat alasan untuk deket sama gue.
Oya, kenalin. Nama gue Mario AlFath AlKhalif. Keren kan. Itu nama pemberian almarhum bokap. Artinya kalau tidak salah kemenangan dan kesuksesan.
Gue anak pertama dari 2 bersaudara, gue punya adik laki-laki tapi masih SMP.
Saat ini gue sekolah di sebuah SMA nggak terkenal di Jakarta buat anak-anak yang kurang gaul. Artinya nih sekolah sudah punya nama gitu. Hehehe
Bukan sombong tapi emang kenyataan.
Oya, perlu diinget ya, walaupun anak-anak Rohis sering mendekati gue, gue bukan anak Rohis loh. Merekanya aja yang agresif banget deketin artis sekolah. Hahahahaha.
-o0o-
“Marioooooooo !!!”
Ampun ya Allah, ni makhluk pagi-pagi sudah mengintai keberadaan gue aja.
“ehm.”
“email sudah ku kirim kemarin, lo dah terima belon?”
“udah.”
“trus gimana?”
“gimana apanya?”
“wah ni anak belum pernah gw cakar ya?”
Hahahahaha, baru kali ini ada cewek yang senekat ini ngomong sama gue.
Berjilbab boleh lebar, aktif organisasi jangan diragukan, keilmuan dan keimanan bisa diacungin golok, hehehe maksudnya jempol.
Tapi untuk gaul dan pergaulan keren juga nih.
Nih cewek emang beda ye. Cuma sama gue dia berani ceplas-ceplos kayak gini. Tapi kalo sama cowok lain apalagi anak Rohis, wuiiiiiiih nunduk terus.
“oh”
“ko Cuma oh? Gimana bisa bantu ga, dengan konsep yang gue kirim kemarin?”
“iye bisa”
“terus?”
“terus apanya?”
“wah beneran ngajak smackdown nih anak.”
Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk dalam hati asli gue kagak tahan pengen ngakak. Serius. Baru kali ini ada cewek bikin gue bahagia banget.
“yah, itu yang gue minta kemarin cumi. Desain !!!”
“oh. Iya lagi gue kerjain. Nanti kalo udah jadi gue kasih ke lo.”
“kapan?”
“kapan aja boleh.”
Asyik juga godain nih cewek yang kata anak Rohis akhwat banget. Tapi gue nggak tau akhwat tuh artinya apa. Cewek kali ye.
PLAK !!!
“adawwwwwwww!”
Gila nih cewek beneran gejitak gue pake buku.
“nah elo, gue ajak serius kagak bisa.”
“ye, elo tuh dah minta tolong harusnya yang ramah dong!”
Sewot juga gue akhirnya. Tapi nggak dari hati ko, Cuma karena kaget aja dan tengsin diliatin anak-anak karena teriak reflek ‘adaw’ tadi.
“ya udah kapan gue bisa ambil hasilnya?”
“lusa deh gue kabarin. Rese lo ah.”
Asli beneran syok juga deket sama itu cewek.
“oke, sory ya yang tadi. Gue cabut. Assalamu’alaikum.”
“kumsalam.”
Sambil nyengir kuda dia pergi meninggalkan luka ringan dihati ini. Hikz. Astajim deh ah. Hati gue ketar-ketir kagak jelas gini.
Shit ah. Lebih baik gue cabut dhuha dulu.
-o0o-

Dua malam gue lembur nyusun permintaan anak Rohis ga jelas itu, hahaha.
Permintaan yang memang memaksakan kehendak tidak sepatutnya gue kerjain. Tapi kok gue jalanin aja ye?
Huaaaaaaaaaaah.  Tapi ga papalah, itung-itung beramal dengan kemampuan yang gue miliki.
Gue lihat layar monitor lama banget cuma mikirin judul yang dibuat anak-anak Rohis.
‘JELAJAH INTERNET, JELAJAH HIDUPMU’
Lumayan nih judul. Harus bikin kemasan acara yang menarik. Berbagai ide berlompatan dikepala, tapi satupun belum tertuang dalam ketikan.
Pukul 11.45 malam, wew. Kagak nyadar gue dengan tik-tok jam dinding yang dari tadi ngeramein perjalanan ide gue. Tapi tetap kagak ngantuk, ye beginilah gue kalo belum dapet apa yang gue inginkan. Akan terus mengejar, walau ga dibayar juga. Hehehe.
Akhirnya terbesit pula wajah cewek bawa kemoceng yang siap ngejambak gue. Upz, hahahahaha. Ampun deh bu. Kagak nahan gue, bikin senyum-senyum aneh tengah malem yang mengakibatkan tangan gue ngetik dengan sendirinya dan mengalirkan ide-ide tak terduga buat acara amatiran ROHIS sekolah.
Krik-krik-krik. Pukul 02.12 dini hari. Ngek, kursi berderek nahan berat badan gue yang sekarang butuh makanan & minum buat mengganti energy yang keluar karena mikir berkepanjangan & kemaleman. Besok gue harus minta traktiran 7 malam berturut-turut. Kalo ga dikasih gue sabotase tuh acara. Liat aja.
Sebelum tidur gw sms Aisyah. Besok data bisa diambil. Dengan syarat sesaji dikirim kekelas berupa somay 1 piring, softdrink 2 botol & cemilan 1 kantong, harus dikirim selama7 hari berturut-turut. Terus gw cabut ke kamar mandi ambil wudhu.
-o0o-
“assalamu’alaykum !!!” bruk ! sebungkus kado jatoh didepan gue. Sapa coba yang ngelempar. Ckckckckck
Sesosok hantu berjilbab (cantik) muncul dihadapan gue. Asli gue takut. Takut jatuh cinta.
“ko ga jawab salam ?”
“kum salam.”
“apaan tuh kum salam ?”
“wa’alaykummussalam warohmatullahi wabarokatuh. Ada apa nona besar ?”
“hehehe, gud job. Tuh buat lo. Mana desainnya ?”
“bentar, masih di flashdisk. Eh tapi ni kado apaan ? gue ga ulang tahun kale.”
“kagak papa. Itu hadiah rasa terimakasih gue pribadi karena sering ngerepotin lo.”
Deg. Pribadi ? wow…. Merah hati gue. Hahahaha. Upz.. jaim bos. Jangan sampe dia tau.
“tapi kan di sms gue kagak minta kado…”
“gampang yang penting gue liat dulu desainya.”
Gue keluarin Flashdik kesayangan gue. Dan gue serahin dengan gemeteran ke aisyah.
“jazakallah ya akhi Mario. Ntar pulang sekolah gue balikin.”
Gue Cuma senyum salah tingkah liat dia senyum indah banget.
Ngek.
-o0o-
Pelataran parkir sekolah, menunggu seorang yang berjanji mengembalikan Flashdisk. Ya dia adalah Aisyah Keyza Abdurrahman Khalifi. Nama yang indah. Seindah orangnya. Dalam hati gue senyum. Karena namanya mirip sama nama gue Mario AlFath Abdurrahman AlKhalif. Qeqeqeqe jangan-jangan jodoh. Hahayyy
Gue sama dia memang ga pernah sekelas, tapi anehnya ko dia tau ye, kalo gue bisa memenuhi apa yang dia minta. Sungguh aneh. Anak-anak ROHIS memang aneh. Aneh kaya dia. Aneh kenapa gue jadi tertarik sama pribadinya. Karena jujur gue ga suka sama cewek berjilbab. Ribet aja liatnya. Asli. Tapi dia beda.
“hayyyoooooooooo. Ngelamun.”
Eh dia dah datang. Tumben kagak salam duluan.
“kok ga salam siyh ?”
“upz, iye. Assalamu’alaykum ustadz.”
Gubrak !!! asli niyh cewek makin aneh aja.
“gue bukan Ustadz cumi asin.”
“hehehe, kagak papa. Gue doain lo biar jadi ustadz.”
“maksud lo ?”
“eh temenin gue ke gramedia yuk.”
Sialan niyh cewek ngalihin pembicaraan.
“hah ? nganterin ?”
“iye, mau kagak. Soalnya gue butuh diskusi tentang buku yang mo gue kupas di meeting sama panitia besok tentang materi seminar yang akan datang. Kan lo bisa jelasin mana yang kira-kira dibutuhin sama anak-anak SMA.”
“ehm…”
“yuk cabut, gue naik angkot ya. Lo naik motor aja. Kita ketemuan langsung di gramedia. Oke bos. Gue duluan ye.”
Asli niyh cewek tanpa menunggu persetujuan gue langsung bikin keputusan. Emaaaaaaaaaaak !!! gue suka !
Hahahahaha
-o0o-
Dikamar sendiri. Tidur tanpa terpejam. Sesekali melihat HP apakah ada permohonan bantuan lagi. Hah, ngarep. Biarin. Antara hati dan akal tak sehat, lagi diskusi. Gue suka. Mungkin gue jatuh cinta.
Hihihi.
Kriiiiiiiiiiiing, kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiing. Bunyi yang aneh buat HP canggih gue. Haha. Yang diharapkan akhirnya tiba. Sms dari Aisyah.
‘aslmkm. Mario. Gw suka dg konsep yg lo ksh td di gramed. Bsk gw bth diskus lg. mo kn luang kn wkt lo bwt gw lg. hehe.’
MAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU !
‘siap boz. Bsk dmn ? plg skul kn?’
‘yupz, tp x ni gw traktir lo di PH brg windi. Jd qt b3 akhi.’
Yaaaaaaaaaaaah, gue kira Cuma berdua.
‘ok. Bsk gw lgsg k PH ya plg skul.’
‘siip, tp sholat zhuhur dulu bro.’
 ‘ok.’
Percakapan berakhir. Hhhhhhhhhhhhhhhhhhh. Bersiap mimpi indah ah.
-o0o-
Perjalanan bersama aisyah membuat gue makin dekat dengan komunitas agamis di sekolah. Akhirnya artis sekolah yang lurus-lurus aja semakin mendekati komunitas anti pacaran menurut warga seantero sekolah. Memang gue ga pernah pacaran selama ini. Walau pernah dekat dengan beberapa cewek, tapi tanpa ada istilah yang disebut pacaran. Karena gue bisa jalan dengan cewek mana aja dalam rangka tujuan yang jelas. Bukan sekedar nongkrong di mall atau café-café kayak anak-anak gaul biasanya.
Dan diakhir perjalanan sekolah akhirnya tanpa disengaja gue tercatat sebagai anggota organisasi Kerohanian Islam sekolah. Lah kapan gue daftar kok semua orang dah mengakui kalo gue anggota ROHIS. Tapi ga papa lah. Yang penting sekarang gue enjoy saja dah cukup. Bisa nyalurin kemapuan yang gue punya dengan cara yang diridhoi Allah.
Tapi yang membuat gue bimbang adalah perasaan gue dengan cewek aneh itu. Hikz. Im falling in love now !
Dan sikap aisyah berangsur berubah tidak senyaman biasanya. Ada jarak antara lelaki & perempuan. Tidak lagi secablak dulu.
Gue kangen dengan gayanya yang dulu. Sekarang gue yang selalu cari-cari alasan biar bisa ngobrol sama dia. Tapi selalu gagal. Ga ada lagi diskusi seperti dulu. Ga ada. Semua telah diwakilkan dengan ketua ROHIS. Hingga akhir sekolah. Akhir dari sebuah perjalanan SMA. Gue ga bisa neymbunyiin perasaan gue.
“ais. Bisa bicara sebentar.” Usai peresmian penobatan dia sebagai juara sekolah. Gue beranikan diri bertandang ke belakang panggung.
“boleh. Kaya nya serius banget.”
“hehehe. Selamat ya. Dah jadi yang terbaik disekolah ini.”
“Alhamdulillah. Semua berkat doa orang terdekat. Termasuk kamu. Makasih ya.”
“ehm. Ais.” Keringat mengucur bagai bandang tanpa bisa terbendung.
“ya. Kok jadi gerogi gitu siyh.”
“iya niyh. Maaf. Bisa bicara di taman ga. Disini terlalu berisik sama musik dari panggung.”
“owh. Yuk…”
Berjalan perlahan meninggalkan gedung. Aiyah membututi di belakangku. Andai bisa menggandengnya. Aku ingin. Allah mudahkan aku berkata-kata cinta padanya.
“disini aja ya. Jangan terlalu jauh. Ge enak. Nanti jadi fitnah.” Aisyah menghentikan langkahku.
“mo bicara apa ?” pertanyaannya melumpuhkan kelelakianku.
“ais. Saya mohon maaf. Jika akhir dari pembicaraan saya membuat kamu tidak nyaman. Dan bahkan bisa menyebabkan silaturahim menjadi terpagari.”
“insya Allah selama kita berniat karena Allah semua akan berjalan baik-baik saja.”
“amiin ya Robb. Begini. Sebenarnya sudah lama ingin membicarakan ini agar saya tak terbebani dengan perasaan saya.”
Aisyah tersenyum. Indah. Membuat kelu bibirku untuk melanjutkan. Allah bantu hamba. Agar lepas beban rasa ini. Itu saja.
“lanjutkan akhi.. saya siap mendengarkan.”
“saya,,,saya,,, sudah sejak lama menyukai kamu aisyah. Maafkan saya.”
“terimakasih akhi. Tak perlu minta maaf. Setiap manusia punya hati sehingga ia bisa merasa. Suka, cinta, benci, kesal dan lain sebagainya. Makanya manusia dapat hidup bersosialisasi dengan makhluk lainnya. Saya menghargai perasaan Mario, saya tidak membenci. Semua rasa ada karena Allah yang memberi hati. Namun saat ini, jika sebagian besar menginginkan hubungan pacaran sebagai jawaban atas pertanyaan mereka. Saya tidak bisa. Biarkan Allah yang menentukan dengan siapa saya berjodoh kelak. Apakah kamu Mario atau laki-laki lain ?”
“iya, saya paham.”
“jadi sudah cukupkah perbincangan ini ?”
“terimakasih aisyah. Terimakasih sekali. Suatu saat jika keimanan ini telah mampu stabil dalam taraf kesungguhan beriman kepdaNya saya akan temui kamu.”
“Insya Allah Akhi.. assalamu’alaykum…”
“alaykumussalam.”
Hati ini tenang. Tenang karena jawaban itu yang kubutuhkan. Tanpa menjatuhkan diriku, dirinya atau orang lain yang juga mengungkapkan rasa kepadanya. Mungkin.
Jika memang berjodoh. Aku akan mengkhitbahmu kelak aisyah.
Sampai jumpa.

Sudut Hati Aisyah.
‘Allah, inikah da’wah yang kujalani. Bersama pesona wajah karuniaMu. Bantu hamba meluruskan niat saudara-saudaraku diakhir perjalan da’wah SMA ini. Hamba hanya ini ingin mengajak mereka lebih dekat denganMu karena potensi hamba dalam mempengaruhi bisa menembus hati-hati mereka atas keruniaMu. Tapi jika diakhir cerita ini semakin banyak lelaki yang mengungkapkan perasaannya bantu hamba mengubah haluan mereka ya Allah. Agar mereka tetap bersamaMu walau tanpa hamba yang mengingatkan.
Semua bingkisan yang datang kepada hamba semoga tidak menjadikan hamba besar rasa dihadapan manusia. Karena wajah ini tidak kekal. Semua pasti menua dan termakan usia.
Dan hamba berharap sesegara mungkin ada yang mampu menerima hamba dalam kemurnian bercinta karenaMu.
Akan kusebut 1 nama dihadapanMu. Jika yang terbaik menurutMu dekatkan ya Allah. Jika bukan maka berikan pengganti yang terbaik untuk hamba dan dirinya.
Aamiin.
BERSAMBUNG

Sabtu, 03 Januari 2015

Kenapa kau perkarakan hujan

Kala dingin menyelinap gerah.
Kau tengok dialog angin dan air yg telah membasahi jagat.
Sejenak turut termenung dirimu menggadaikan kesendirian di akhir senja.
Coba urungkan niat untuk mencaci resah atas ketakberdayaan diri kala hujan menjatuhi bumi.
Diamlah menengadah, karena di dlm nya ada sejuta rahmat yg terabaikan.
Untuk kita menyatukan perasaan bersama Tuhan untuk lbh menikmati percintaan dg Nya di dunia.
Seperti ku yg masih mau tak mau bermain pd perasaan kala hujan mengguyur resah.
Aq belajar menerimanya.
Menerima kemuliaan rahmat.
Untukku & dunia.