Sabtu, 03 Januari 2015

Kenapa kau perkarakan hujan

Kala dingin menyelinap gerah.
Kau tengok dialog angin dan air yg telah membasahi jagat.
Sejenak turut termenung dirimu menggadaikan kesendirian di akhir senja.
Coba urungkan niat untuk mencaci resah atas ketakberdayaan diri kala hujan menjatuhi bumi.
Diamlah menengadah, karena di dlm nya ada sejuta rahmat yg terabaikan.
Untuk kita menyatukan perasaan bersama Tuhan untuk lbh menikmati percintaan dg Nya di dunia.
Seperti ku yg masih mau tak mau bermain pd perasaan kala hujan mengguyur resah.
Aq belajar menerimanya.
Menerima kemuliaan rahmat.
Untukku & dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar