Apakah kau mendambakan istri spt ibumu?
Yang menyambut kedatangan suami?
Yang menyiapkan minum tanpa diminta walau kadang tidak diminum?
Yang menyiapkan makan tanpa harus memintanya?
Yang membahagiakan saat mendapat pemberian?
Yang selalu mengingatkan seperti kpd anak kecil ttg semua hal hingga kau bosan?
Yang tak pernah menyesal ketika yang dihidangkan tidak termakan, karena yang diharap adalah pengabdian kpd suami.
Tetaplah bersyukur.
Kau dijodohkan dengan apa yang telah Allah tetapkan sebagai yang terbaik.
Jika kau bertanya, akan ada penafsiran yang berbeda.
Bisa jadi kau dianggap menuntut.
Bisa jadi kau dianggap tak memahami.
Bisa jadi kau dianggap bukan suami terbaik.
Tetaplah bersyukur.
Pada perbedaan sudut pandang.
Pada perbedaan karakteristik.
Pada perbedaan kebiasaan.
Pada perbedaan selera.
Pada perbedaan menyelesaikan masalah.
Pada perbedaan apapun yang ada.
Tetap bersyukur.
Berubahlah perlahan tapi pasti.
Tak perlu memaksa diri terlalu jauh untuk berubah.
Sesuaikan ritme dengan kemampuan diri.
Tak perlu hiraukan orang yang hanya bisa menilai.
Karena mudah baginya, tidak semudah bagi orang lain.
Tetaplah bersyukur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar