Minggu, 18 Oktober 2015

Rasaku

Ia mengulang petualangan yang tak semestinya.
Mengigau malapetaka yang terpuruk.
Dan pada waktu ia mengulang rasa petaka.
Aku berusaha mengeja rasa diantara kita.
Rasa yang kita punya.
Rasa yang kita cipta.
Rasa yang kita dibuatnya kecewa.
Pada untaian waktu ia kembali.
Kembali menyapa raga dan hati.
Sedang kau mulai menyukai.
Menyukai diri dan dirinya.
Menyayangi rasa dan rasanya.
Coba kau tanya pada ketuhananmu.
Pada pencipta yang selalu mencintai.
Pada pencipta yang selalu menyayangi.
Dan bersama kemudahan ada kesulitan.
Bersama kesulitan ada kemudahan.
Maka coba kau tulis derita di malam buta.
Agar semua rasa yg kau punya mencapai puncaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar